9 STRATEGI BIKIN 18.000 TIKET LARIS TERJUAL
.
.
.
.
.
Friends,
ternyata diluar sana ada lho orang yang ngaku-ngaku berhasil ngejual tiket puluhan ribu padahal acaranya terbilang standar abiezzz.. bukan pengen ngenyek ya, tapi emang kenyataan.. gue sih berharap dia insyaf ya, gak nipu-nipu gitu lagi supaya dikenal banyak orang.. biar dicari-cari gitu deh, hehehe.. ah, sudahlah daripada berpikiran negatif mulu, lebih baik mari kita doakan bareng-bareng ya supaya kelakuannya berubah.. amin..
Beda halnya dengan event yang pengen gue bahas satu ini nih (sori, gue bukan buzzer).. mungkin loe pernah denger, atau bahkan baru tahu setelah selesai baca posting..
Nama acaranya, JAZZ GOES TO CAMPUS
Pernah dateng kesana?
Jadi, JGTC (Jazz Goes To Campus) adalah rangkaian acara tahunan bertema musik jazz, dengan puncak acara festival musik jazz di FEUI, yang diprakarsai oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
(sumber: Wikipedia)
Nah, gue bukan pengen ngebahas JGTC nya secara detail, tapi soal bagaimana mereka berhasil menjual tiket acaranya sampai 18K. Menurut loe, pencapaian 18K itu biasa aja atau luar biasa, friends? Setelah dijawab, coba berkaca sama target event yang sedang loe garap yaa..
Menurut gue, mereka berhasil ngejual tiket sampai segitu banyaknya karena berbagai faktor. Tapi satu hal yang harus loe pegang & inget selalu prinsip ini, bahwa..
"CONTENT IS EVERYTHING"
Kenapa demikian? Karena lewat KONTEN yang KECE, Sponsor Gak Kecewa, Penonton Terhibur & seluruh Pengisi Acara (mulai dari band/artis, sound system sampe penyewa booth) Merasa Puas.
Terus, apa kunci keberhasilan mereka? Jawabannya terletak pada dua hal ini,
"Online dan Offline"
Dari analisa gue, mereka ngelakuin strategi online & offline secara bersamaan. Maksudnya? Terlepas dari tim mereka solid atau tidak, gue bisa menyimpulkan kalau seluruh komite dapat bersinergi & melaksanakan jobdesc-nya dengan baik.
Gue coba buka rahasianya satu-persatu ya..
(siapin kopi biar gak boring)
1. Bikin Pra Event
Setiap tahunnya, JGTC ini selalu ngadain roadshow ke kota lain. Kalau tahun 2015, mereka roadshow ke Solo. Sekitar 2 minggu sebelum tanggal 29 November. Lalu, apakah loe harus roadshow ke kota lain juga? Mungkin bisa iya, bisa juga tidak. Iya, kalau acara loe skalanya nasional & punya budget. Ngga perlu, kalau acara loe tarafnya lokal. Tapi ada alternatif lain kok kalo emang loe tetep pengen roadshow. Loe bisa kerjasama sama salah satu mall di wilayah loe. Salah satu sekolah di Jakarta pernah ngelakuin kayak gini juga. Dan berhasil. Kalau pihak mall ngga ada yang mau? Cari mall lain atau tempat lain, misalkan café atau distro. Bisa kan?
2. Tiket Presale vs Tiket OTS
Kenapa harus bikin 2 tipe tiket ini? Sederhana friends, biar loe bisa punya 'fresh money' alias uang cash. Dan hal ini sangat punya impact yang tinggi lho. Kenapa? Karena mayoritas manusia itu sering nunda-nunda. Ada ilmu psikologis nya, jangan main-main soal harga. Nah, biasanya kalau dikasih 2 pilihan kayak gini, orang-orang lebih berasa untuk segera ambil tindakan atau beli tiket presale loe. Trus jangan lupa, tiket presale harus lebih murah daripada On The Spot ya, friends. Dan kalau bisa, perbedaan harganya jangan nanggung. Selisih 15.000 sampe 25.000 menurut gue masih masuk akal, ketimbang cuma beda 5.000 atau malah 2.000 perak. Lagian, loe pernah dateng ke konser gak sih? Pernah liat tiket DWP cuma selisih 5000 perak?
3. Tim yang Proaktif
Gue ngikuttin pergerakan panitia JGTC di sosial media. Ada salah satu panitia yang nanya-nanya sama calon sponsornya via sosmed. Itu sekitar awal September, padahal acaranya akhir November. Gimana dengan persiapan tim loe?
4. Tanggal Acara
Ini dia yang bikin tricky banget. Gak ada satupun EO professional ataupun buku formal lain, yang berani ngasihtau tentang satu rahasia ini. Ada yang tahu kenapa JGTC selalu ngadain acaranya tiap akhir bulan? Yap, loe bener banget. Karena orang-orang biasanya berlimpah uang pas tanggal 25 - 30an (GAJIAN). Dan yang pengen gue tanyakan ke loe, yaitu "Kenapa masih pengen ngadain acara pas tanggal tua?"
5. Buat Kompetisi
Biasanya, kalau pengen lebih rame pasti loe bikin kompetisi dulu kan? Entah itu futsal, basket, tari saman, boxing, dan lain-lain. Sama halnya dengan JGTC, dia bikin Band Competition juga kok. Jadi, kalau mau lebih rame loe mau bikin kompetisi apa?
6. Artis Lokal vs Artis Internasional
Apakah band/artis yang loe undang punya fanbase yang banyak? Kalau iya, beruntunglah loe karena ngga sia-sia ngeluarin duit gede buat ngedatengin mereka. Kasus ini berlaku juga buat loe yang sering bikin event seminar atau workshop. Kalau si pembicara punya fanbase yang besar, loe pasti untung banyak. Tapi kalau ngga, siappin aja lap keringet loe. Terus, apakah perlu ngundang artis internasional? Menurut gue, kalau ada budget it's oke lah. Tapi kalau ngga ada budget, ngga usah maksa friends. Undang aja pengisi acara lokal yang punya skill internasional. Gue sering ngasih contoh Raditya Dika.
7. Ada Wall of Fame/Backdrop/Photobooth
Nah, kalau yang ini boleh ada, boleh tidak. Tapi kalau adapun lumayan bikin impact & nambah viral event loe. Karena mayoritas penonton loe saat ini punya kebiasaan baru, yaitu selfie..Loe & gue juga kan??? Abis itu update deh di sosmed.
Loe bisa ngasih gimmick kecil-kecilan disini. Misalkan, yang upload foto di Wall of Fame bakal diundi 1 buah Motor (atau hadiah apa kek, terserah loe). Jadi, kenapa loe ngga manfaatin celah itu friends? Lagian, loe juga demen ikut kuis kalo ada hadiahnya, kan?
8. Ada JGTC Museum (Memorabilia)
Kalau yang ini, loe bisa bikin sesuatu yang beda dari konsep JGTC. Tujuannya sih biar alumni Sekolah / Kampus loe datang & mereka merasa diapreasiasi kerja kerasnya yang dulu. Disamping itu, loe juga bisa bikin sesuatu yang khas dari event loe. Search aja "JGTC Museum" di mesin pencari.
9. "Bukan Event Biasa"
Buat gue, JGTC bukan event biasa friends. Ada 'nyawa' di acara tersebut yang bikin event ini beda dari yang lain. Coba bayangin aja, dari 18.000 tiket yang terjual, kira-kira berapa orang yang harus dipromosiin supaya mereka mau dateng ke JGTC? Maksud gue begini, kalau di praktek marketing itu ada istilah 10% dari prospek (calon customer) akan deal untuk ngeluarin duit buat beli produk/jasa loe. Nah, kalau 18.000 tiket kejual, berarti ada 180.000 lebih calon customer yang tahu JGTC akan diadain akhir bulan November. Lalu, apa strategi loe untuk menjangkau ratusan ribu orang tersebut biar target acara loe tercapai?
Masih belum ngerti? Baca ulang aja pelan2x. Loe ngga harus paham saat ini juga. Karena gue tahu, kapasitas daya nalar tiap orang beda-beda. Dan loe boleh percaya sama analisa gue diatas, boleh ngga. Kalau ngga percaya pun, ada orang lain diluar sana yang percaya, dan langsung bergerak karena tips gue itu.
Akhir kata, selalu inget bahwa "Sukses itu Berpola", jadi sekarang yang perlu loe lakukan adalah "Contek Saja Strateginya" diatas.
NB. Friends, gak berhenti gue ingatkan kalau MKM bisa loe ajak kerjasama Ticketing Partner. Kalau ada yg tertarik, segera email ke info@manakreasimu.co
[Penawaran Spesial, Khusus Mahasiswa & Pelajar]
.
.
.
.
.
Friends,
ternyata diluar sana ada lho orang yang ngaku-ngaku berhasil ngejual tiket puluhan ribu padahal acaranya terbilang standar abiezzz.. bukan pengen ngenyek ya, tapi emang kenyataan.. gue sih berharap dia insyaf ya, gak nipu-nipu gitu lagi supaya dikenal banyak orang.. biar dicari-cari gitu deh, hehehe.. ah, sudahlah daripada berpikiran negatif mulu, lebih baik mari kita doakan bareng-bareng ya supaya kelakuannya berubah.. amin..
Beda halnya dengan event yang pengen gue bahas satu ini nih (sori, gue bukan buzzer).. mungkin loe pernah denger, atau bahkan baru tahu setelah selesai baca posting..
Nama acaranya, JAZZ GOES TO CAMPUS
Pernah dateng kesana?
Jadi, JGTC (Jazz Goes To Campus) adalah rangkaian acara tahunan bertema musik jazz, dengan puncak acara festival musik jazz di FEUI, yang diprakarsai oleh Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
(sumber: Wikipedia)
Nah, gue bukan pengen ngebahas JGTC nya secara detail, tapi soal bagaimana mereka berhasil menjual tiket acaranya sampai 18K. Menurut loe, pencapaian 18K itu biasa aja atau luar biasa, friends? Setelah dijawab, coba berkaca sama target event yang sedang loe garap yaa..
Menurut gue, mereka berhasil ngejual tiket sampai segitu banyaknya karena berbagai faktor. Tapi satu hal yang harus loe pegang & inget selalu prinsip ini, bahwa..
"CONTENT IS EVERYTHING"
Kenapa demikian? Karena lewat KONTEN yang KECE, Sponsor Gak Kecewa, Penonton Terhibur & seluruh Pengisi Acara (mulai dari band/artis, sound system sampe penyewa booth) Merasa Puas.
Terus, apa kunci keberhasilan mereka? Jawabannya terletak pada dua hal ini,
"Online dan Offline"
Dari analisa gue, mereka ngelakuin strategi online & offline secara bersamaan. Maksudnya? Terlepas dari tim mereka solid atau tidak, gue bisa menyimpulkan kalau seluruh komite dapat bersinergi & melaksanakan jobdesc-nya dengan baik.
Gue coba buka rahasianya satu-persatu ya..
(siapin kopi biar gak boring)
1. Bikin Pra Event
Setiap tahunnya, JGTC ini selalu ngadain roadshow ke kota lain. Kalau tahun 2015, mereka roadshow ke Solo. Sekitar 2 minggu sebelum tanggal 29 November. Lalu, apakah loe harus roadshow ke kota lain juga? Mungkin bisa iya, bisa juga tidak. Iya, kalau acara loe skalanya nasional & punya budget. Ngga perlu, kalau acara loe tarafnya lokal. Tapi ada alternatif lain kok kalo emang loe tetep pengen roadshow. Loe bisa kerjasama sama salah satu mall di wilayah loe. Salah satu sekolah di Jakarta pernah ngelakuin kayak gini juga. Dan berhasil. Kalau pihak mall ngga ada yang mau? Cari mall lain atau tempat lain, misalkan café atau distro. Bisa kan?
2. Tiket Presale vs Tiket OTS
Kenapa harus bikin 2 tipe tiket ini? Sederhana friends, biar loe bisa punya 'fresh money' alias uang cash. Dan hal ini sangat punya impact yang tinggi lho. Kenapa? Karena mayoritas manusia itu sering nunda-nunda. Ada ilmu psikologis nya, jangan main-main soal harga. Nah, biasanya kalau dikasih 2 pilihan kayak gini, orang-orang lebih berasa untuk segera ambil tindakan atau beli tiket presale loe. Trus jangan lupa, tiket presale harus lebih murah daripada On The Spot ya, friends. Dan kalau bisa, perbedaan harganya jangan nanggung. Selisih 15.000 sampe 25.000 menurut gue masih masuk akal, ketimbang cuma beda 5.000 atau malah 2.000 perak. Lagian, loe pernah dateng ke konser gak sih? Pernah liat tiket DWP cuma selisih 5000 perak?
3. Tim yang Proaktif
Gue ngikuttin pergerakan panitia JGTC di sosial media. Ada salah satu panitia yang nanya-nanya sama calon sponsornya via sosmed. Itu sekitar awal September, padahal acaranya akhir November. Gimana dengan persiapan tim loe?
4. Tanggal Acara
Ini dia yang bikin tricky banget. Gak ada satupun EO professional ataupun buku formal lain, yang berani ngasihtau tentang satu rahasia ini. Ada yang tahu kenapa JGTC selalu ngadain acaranya tiap akhir bulan? Yap, loe bener banget. Karena orang-orang biasanya berlimpah uang pas tanggal 25 - 30an (GAJIAN). Dan yang pengen gue tanyakan ke loe, yaitu "Kenapa masih pengen ngadain acara pas tanggal tua?"
5. Buat Kompetisi
Biasanya, kalau pengen lebih rame pasti loe bikin kompetisi dulu kan? Entah itu futsal, basket, tari saman, boxing, dan lain-lain. Sama halnya dengan JGTC, dia bikin Band Competition juga kok. Jadi, kalau mau lebih rame loe mau bikin kompetisi apa?
6. Artis Lokal vs Artis Internasional
Apakah band/artis yang loe undang punya fanbase yang banyak? Kalau iya, beruntunglah loe karena ngga sia-sia ngeluarin duit gede buat ngedatengin mereka. Kasus ini berlaku juga buat loe yang sering bikin event seminar atau workshop. Kalau si pembicara punya fanbase yang besar, loe pasti untung banyak. Tapi kalau ngga, siappin aja lap keringet loe. Terus, apakah perlu ngundang artis internasional? Menurut gue, kalau ada budget it's oke lah. Tapi kalau ngga ada budget, ngga usah maksa friends. Undang aja pengisi acara lokal yang punya skill internasional. Gue sering ngasih contoh Raditya Dika.
7. Ada Wall of Fame/Backdrop/Photobooth
Nah, kalau yang ini boleh ada, boleh tidak. Tapi kalau adapun lumayan bikin impact & nambah viral event loe. Karena mayoritas penonton loe saat ini punya kebiasaan baru, yaitu selfie..Loe & gue juga kan??? Abis itu update deh di sosmed.
Loe bisa ngasih gimmick kecil-kecilan disini. Misalkan, yang upload foto di Wall of Fame bakal diundi 1 buah Motor (atau hadiah apa kek, terserah loe). Jadi, kenapa loe ngga manfaatin celah itu friends? Lagian, loe juga demen ikut kuis kalo ada hadiahnya, kan?
8. Ada JGTC Museum (Memorabilia)
Kalau yang ini, loe bisa bikin sesuatu yang beda dari konsep JGTC. Tujuannya sih biar alumni Sekolah / Kampus loe datang & mereka merasa diapreasiasi kerja kerasnya yang dulu. Disamping itu, loe juga bisa bikin sesuatu yang khas dari event loe. Search aja "JGTC Museum" di mesin pencari.
9. "Bukan Event Biasa"
Buat gue, JGTC bukan event biasa friends. Ada 'nyawa' di acara tersebut yang bikin event ini beda dari yang lain. Coba bayangin aja, dari 18.000 tiket yang terjual, kira-kira berapa orang yang harus dipromosiin supaya mereka mau dateng ke JGTC? Maksud gue begini, kalau di praktek marketing itu ada istilah 10% dari prospek (calon customer) akan deal untuk ngeluarin duit buat beli produk/jasa loe. Nah, kalau 18.000 tiket kejual, berarti ada 180.000 lebih calon customer yang tahu JGTC akan diadain akhir bulan November. Lalu, apa strategi loe untuk menjangkau ratusan ribu orang tersebut biar target acara loe tercapai?
Masih belum ngerti? Baca ulang aja pelan2x. Loe ngga harus paham saat ini juga. Karena gue tahu, kapasitas daya nalar tiap orang beda-beda. Dan loe boleh percaya sama analisa gue diatas, boleh ngga. Kalau ngga percaya pun, ada orang lain diluar sana yang percaya, dan langsung bergerak karena tips gue itu.
Akhir kata, selalu inget bahwa "Sukses itu Berpola", jadi sekarang yang perlu loe lakukan adalah "Contek Saja Strateginya" diatas.
NB. Friends, gak berhenti gue ingatkan kalau MKM bisa loe ajak kerjasama Ticketing Partner. Kalau ada yg tertarik, segera email ke info@manakreasimu.co
[Penawaran Spesial, Khusus Mahasiswa & Pelajar]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar